Sejarah May Day di Indonesia

Tahun 1918 (Pertama kalinya hari buruh di rayakan di indonesia)

sejarah may day indonesiaMay Day merupakan peringatan hari buruh sedunia / internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mai, peringatan may day pertama kali di donesia di gelar pada 1 Mei 1918 pada masa kolonial Belanda yang dilakukan di Surabaya Oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee Koan. Pada saat perayaan tersebut hadir pula tokoh sosialis asal Belanda yakni, Henk Sneevliet dan Bars yang menyampaikan pesan Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda (ISDV). Namun peringatan hari buruh pertama ini belum begitu mendapat sambutan dari masyarakat Hindia-Belanda kala itu.

Tahun 1921 – 1925 (Pemogokan kerja oleh serikat buruh mulai dilakukan)

Tercatat sejak 1918 hingga 1925, gerakan buruh mulai secara rutin memperingati Hari Buruh sedunia yang biasanya dibarengi dengan pemogokan umum besar-besaran. Sebelumnya, pada perayaan hari buruh 1921, HOS Tjokroaminoto, ditemani muridnya, Soekarno ikut terlibat. Dia naik ke podium untuk berpidato mewakili Serikat Buruh di bawah pengaruh Sarekat Islam hal ini menandakan bahwa peringatan hari buruh bukan hanya di rayakan oleh kaum komunis melainkan non-komunis juga ikut merayakan.

Kemudian Hari Buruh sedunia pada tahun 1923, Semaun sudah menyampaikan kepada sebuah rapat umum VSTP (serikat buruh kereta api) di Semarang untuk melancarkan pemogokan umum. Pemogokan tersebut mengangkat isu utama yang diantaranya, waktu kerja delapan jam, penundaan penghapusan bonus sampai janji kenaikan gaji dipenuhi, penanganan perselisihan ditangani oleh satu badan arbitrase independen, dan pelarangan PHK tanpa alasan.

Tahun 1926 (Perayaan hari buruh di tiadakan)

Setelah adanya pergelokan di tahun 1926 hingga 1927 yang dilakukan kaum komunis terhadap pemerintah Kolonial Belanda, peringatan May Day sangat sulit untuk dilakukan. Pemerintah kala itu melarang kaum pekerja untuk melakukan perayaan. Disamping itu perayaan hari buruh di tiadakan karena adanya pemberontakan PKI terhadap kolonial Belanda

Tahun 1946 (Perayaan hari buruh setelah kemerdekaan)

Perayaan hari buruh 1 Mei 1946 adalah perayaan pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Saat itu adalah masa Kabinet Sjahrir Kedua (Maret 1946 – Oktober 1946). Pemerintah saat itu memastikan keleluasaan bagi gerakan buruh di Indonesia.

Tahun 1948 (Pengesahan UU tentang Kerja dan 1 Mei buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja)

Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 1948 berlangsung meriah. Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Panglima Besar Jenderal Sudirman menghadiri kegiatan tersebut. Peringatan Hari Buruh kala itu terasa istimewa. Pasalnya, pada 20 April 1948, pemerintah telah menetapkan UU No 12/1948 tentang Kerja. UU ini dianggap pencapaian tertinggi bagi gerakan buruh. UU ini juga dinilai progresif karena memberikan perlindungan dan jaminan yang besar bagi buruh, melebihi apa yang mungkin didapat buruh di Eropa.

UU ini antara lain berisi larangan mempekerjakan anak; larangan buruh perempuan bekerja di pertambangan dan tempat lain yang membahayakan keamanan, kesehatan, dan moralitas; serta bekerja di malam hari (kecuali yang bekerja di sektor publik seperti bidan atau perawat); pemberian waktu bagi ibu menyusui anaknya; serta cuti melahirkan dan cuti haid. Ketentuan mengenai cuti haid terbilang luas biasa karena menurut Susan Blackburn dalam Perempuan dan Negara dalam Era Indonesia Modern, “hanya beberapa negara pernah mengundang-undangkannya.

Tahun 1968 (Pemerintah Orde Baru melarang perayaan hari buruh)

Di masa Orde Baru ada kesan bahwa kata "buruh " sering diasosiasikan punya kaitan yang erat dengan gerakan komunis atau dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kesan ini muncul karena memang salah satu kekuatan PKI adalah buruh yang tergabung dalam mantel organisasinya Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Organisasi inilah yang menjadi salah satu ujung tombak kegiatan partai ini dalam perjuangannya.

Hal lain yang menyebabkan munculnya anggapan bahwa Hari Buruh dekat dengan komunis karena peringatan hari buruh 1 Mei dirayakan secara besar besaran di negara negara komunis seperti Uni Sovyet dan Republik Rakyat Cina (RRC)

Betapa alerginya Orde Baru dengan kata " buruh " antara lain terlihat dari tidak digunakan lagi kata buruh dan diganti dengan kata "pekerja" sehingga organisasi yang berhubungan dengan buruh tidak lagi disebut serikat buruh tetapi menjadi serikat pekerja. Organisasi pekerja yang diakui oleh pemerintah orde baru adalah SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Karena buruh berkonotasi dengan komunis maka pemerintah orde baru melarang peringatan 1 Mei dan mengganti nya dengan Hari Pekerja Nasional yang jatuh pada tanggal 20 februari, tanggal tersebut merujuk atas lahirnya SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) 20 Februari 1973

Singkatnya Peringatan Hari Buruh dilarang. Serikat buruh dibonsai. Pemogokan dihadapi dengan tindakan represif dari aparat keamanan. Pegiatnya ditangkap, bahkan dibunuh seperti dialami Marsinah, buruh PT Catur Putera Surya di Sidoarjo, pada Mei 1993

Tahun 1995 (Untuk pertama kalinya perayaan hari buruh sedunia dirayakan pada rezim Orde Baru)

Untuk kali pertama di masa Orde Baru, Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI) dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) memperingati Hari Buruh pada 1 Mei 1995 dengan menggelar aksinya di Jakarta dan Semarang, Mereka mengusung tuntutan antara lain kebebasan berorganisasi, tolak militerisme/cabut dwi fungsi ABRI, dan Upah Minimum Nasional (UMN) bagi buruh Rp 7.000

Dalam perayaan hari buruh dimasa Orde Baru (1 Mai 1995) aparat melakukan tindakan represif terhadap massa aksi tersebut takhayal Lima orang ditangkap di Jakarta dan 16 orang di Semarang. Hal itu sudah jelas menunjukkan wajah asli Orde Baru Politik kekerasan menjadi senjata utama pemerintahan Soeharto mempertahankan kekuasaannya,

Tahun 2000 (Perayaan May Day pasca Reformasi)

Pasca reformasi (Setelah Suharto lengser dari kekuasaannya) perayaan May Day dilakukan oleh ribuan buruh dan mahasiswa pada 1 Mei 2000. Isu yang diangkat pada waktu itu adalah menuntut 1 Mei dijadikan hari buruh dan hari libur nasional. Tercatat Unjuk rasa pada saat itu disertai mogok kerja besar-besaran di sejumlah wilayah di Indonesia hingga satu minggu.

Menteri Tenaga Kerja Jacob Nuwa Wea pada tahun 2002 bersikeras mengatakan, “Tanggal 1 Mei tak akan dijadikan hari libur nasional. Pasalnya pemerintah telah menetapkan 15 hari libur nasional, sehingga terlalu berlebihan jika 1 Mai dijadikan hari libur”. Tidak ada perkembangan apapun atas tuntutan 1 Mei dijadikan hari buruh sebagai hari libur nasional selama masa pemerintahan Gus Dur dan Megawati.

Tahun 2012 (Puncak perjuang kaum buruh dan tahun penuh perjuangan)

Solidaritas dan kekuatan kaum buruh menunjukkan dirinya sebagai sebuah kelas di hadapan seluruh bangsa dan pemerintah. Tahun dimana jumlah pemogokan – dan juga jumlah buruh yang terlibat dalamnya yang terbesar sejak runtuhnya rejim Soeharto. Tidak hanya jumlahnya saja, tetapi juga kualitasnya.

Gerakan buruh saat itu sudah mulai keluar dari batasan gerbang pabriknya dan memperjuangkan tuntutan-tuntutan kesejahteraan rakyat secara luas. bukan hanya dalam bentuk perubahan-perubahan normatif (status kerja, kenaikan upah, dll.) tetapi di atas segalanya adalah kepercayaan diri. Setelah kepercayaan diri ini dikebiri selama 32 tahun di bawah rezim Soeharto, buruh Indonesia mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya

Berikut gebrakan buruh pada tahun 2012:

  • Januari-Februari: jalan Tol-Cikampek dan 7 kawasan industri Bekasi diblokir oleh ribuan buruh
  • Maret-April: buruh memimpin gerakan menolak kenaikan BBM dan memukul mundur aparat keamanan maupun pemerintah
  • Mei: May Day terbesar di Asia, dengan vergadering raksasa hampir 100 ribu buruh di Gelora Bung Karno dimana MPBI diumumkan dan dibentuk
  • Mei sampai Agustus, gelombangan aksi sweeping pabrik-pabrik yang melanggar ketentuan sistem kerja kontrak dan outsourcing. 26 Juni 2012 PT Kyowa pun menjadi sasaran mengingat perusahaan ini menggunakan pekerja dengan sistem alih daya.
  • Oktober: puncaknya adalah Getok Monas, pemogokan umum pertama buruh Indonesia sejak 1965 dan mungkin terbesar sepanjang sejarah gerakan buruh Indonesia, yang melibatkan sampai 2 juta buruh.
  • November-Desember: Gelombang aksi buruh tidak surut dan kian meluas. Para pemilik pabrik merespon dengan mengerahkan massa bayaran, yang dijawab dengan kepalan tangan buruh.

Tahun 2013 (Keputusan Presiden bahwa 1 mai merupakan hari libur nasional)

Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Peraturan Presiden yang menetapkan bahwa 1 Mei resmi sebagai hari libur nasional melalui KepPres No 24 Tahun 2013 bersamaan dengan perayaan hari buruh yang diperingati seluruh penduduk dunia keppres tersebut mulai berlaku per 1 Mei 2014. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyambut baik hal ini. Menurutnya, ini adalah kado dari Presiden untuk semua buruh di Indonesia

Tahun 2015 (Pengesahan PP 78)

Peraturan pemerintah yang tertuang dalam PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang disahkan 23 oktober 2015 dalah satu dari rangkaian kebijakan paket ekonomi jilid IV yang dibuat oleh rezim JoKowi-JK untuk menyelamatkan ekonomi kaum kapitalis (pengusaha). PP pengupahan ini akan semakin mengancam keberlangsungan kehidupan buruh dan dengan jelas terlihat ingin menekan upah buruh serendah mungkin, sehingga politik upah murah akan terus langgeng ditanah air ini.

PP 78 menjadi isu nasional hingga tahun 2018 dan semua elemen maupun organisasi buruh menuntut agar PP 78 itu segera dicabut

Hal diatas merupakan rangkuman Sejarah May Day di Indonesia perjuangan maupun perlawanan buruh dari masa ke masa. Tentunya masih banyak yang terlewat rangkaian peristiwa penting buruh dari tiap tahunnya yang belum tercatat dalam postingan kali ini dan sejatinya perjuangan dan perlawanan gerakan buruh belum berakhir sebelum sistem kapitalis hilang dari bumi pertiwi.

Salam dan Terimakasih.

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher maupun seorang blogger yaitu pantang mempublikasikan postingan HOAK atau Bohong dan mengindari postingan yang berujung SARA. a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Visitor Count

  1. Stats
  2. Rank

sorry there is an improvement

Archive

Powered by REGA

Populer Content

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Puji syukur kehadirot Alloh Swt. dengan ucapan “ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN”,........
Pengertian MUJAHADAH secara umum adalah: berjuang, bersungguh - sungguh, berperang melawan musuh. Didalam Wahidiyah yang dimaksud........
Belakangan ini banyak club-club atau komunitas yang bermunculan baik dikota kota besar maupun didaerah. Salah........
PT Kyowa Indon esia adalah Perusahaan yang bergerak dibidang industri die casting dan machining, dengan salah........
Memperingati kelahiran yang bukan untuk sekadar perayaan bertambah umur, sesungguhnya bukan perkara enteng. Sebab berarti........
Kota Depok sebagai kota penyangga Jakarta juga memiliki tempat wisata yang gak kalah dengan kota-kota........
FPBI (Federasi Perjuangan Buruh Indonesia) yang sebelumnya bernama FPBJ (Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek) merupakan........
SHALAWAT WAHIDIYAH SHALAWAT WAHIDIYAH BERFAIDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH WA RASUULIHI SAW. BOLEH DIAMALKAN SIAPA........
Tag on Web

http://www.a-rega.com

Alamat : Perum Cijingga Permai Blok C No. 10 Cikarang Selatan. Bekasi

Email : admin@a-rega.com

Tlp : +62856 9428 1989

Temui saya disini :

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega