Pondok Pesantren Kedunglo

Lokasi Pondok pesantren Kedunglo

Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhoroh terletak di Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Jawa Timur. Desa Bandar Lor berada di pinggiran sungai brantas sebelah barat dan berada + 1 km dari pusat kota Kediri. Pondok Pesantren Kedunglo Mempunyai luas sekitar 2 hektar Lokasinya berbaur dengan pemukiman penduduk. Kegiatan belajar mengajar dilangsungkan di beberapa gedung bertingkat dan terdiri dari gedung lokal lama 2 tingkat (10 lokal) gedung baru 4 tingkat (16 lokal) dan Gedung TK Plus Wahidiyah (2 tingkat). Gedung pendidikan tersebut ditambah dengan Gedung Universitas Wahidiyah yang ada 5 tingkat. Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhoroh

Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Kedunglo

Masyarakat Di kota Kediri, pada awalnya sudah mengenal agama secara luas, termasuk agama islam. Namun pada penerapan ajarannya perlu ditata lagi, karena mereka belum sepenuhnya menerapkan syari’at islam karena pada prakteknya masih dicampur dengan adat istiadat yang bertentangan dengan syari’at islam. KH. Mohammad Ma'roef merupakan salah satu seorang yang menyadari perlunya adanya perubahan-perubahan tersebut Lalu ia mendirikan sebuah pondok yang bernama “Kedunglo” yang terletak di desa Bandar Lor kecamatan Mojoroto Kediri.

Pondok Pesantren Kedunglo didirikan KH. Mohammad Ma’roef tahun 1901 dengan segala fasilitas pendidikan yang dimiliki, kemudian dikembangkan oleh anaknya yaitu KH. Abdul Madjid Ma’roef yang juga merupakan Muallif Sholawat Wahidiyah, dengan didirikannya SMP Wahidiyah dan SMA Wahidiyah, di tahun 1981.

Sepeninggal KH. Abdul Madjid Ma’roef di tahun 1989, kepemimpinan Pondok Pesantren Kedunglo diteruskan oleh anaknya yaitu Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA. Untuk mengelola dan mengembangkan Pondok Pesantren.

Dasar dan Tujuan Pendirian Pondok Pesantren Kedunglo

Yang dijadikan dasar didirikannya pondok pesantren Kedunglo adalah sebagai lembaga pendidikan islam sama seperti pondok-pondok pesantren pada umumnya, yaitu melaksanakan tugas penyiaran dan pembinaan ajaran islam kepada masyarakat. Artinya bahwa pondok pesantren membina akhlak, tingkah laku dan perbuatan yang dilaksanakan masyarakat berdasarkan pada ajaran islam sehingga terciptalah masyarakat yang yang islami.

Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan umat dan pengembangan agama islam. Dengan memperhatikan masyarakat Indonesia dewasa ini, maka santri pondok pesantren Kedunglo diharapkan dapat dan mampu :

  1. Memiliki wawasan keagamaan yang luas serta pandangan yang kritis terhadap jalannya pembangunan baik mental maupun spiritual.
  2. Mampu mengkontekstualisasikan ajaran islam kepada umat masyarakat.
  3. Menciptakaan struktur kemasyarakatan yang lebih profesional dan madani melalui ajaran islam.

Tindakan-tindakan sebagaimana tersebut diatas akan menjadi kepribadian yang khas dari pondok pesantren Kedunglo. Hal ini bisa dirasakan dari usaha pembinaan santri dalam pembiasaan dan pengertian yang nantinya akan menghasilkan kader-kader yang militan untuk ikut serta membangun umat masyarakat secara kaffah.

Profil dan Pendiri Pondok Pesantren Kedunglo

Pendiri Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhdharah adalah KH. Mohammad Ma'roef. Beliau lahir di dusun Klampok Arum desa Badal kecamatan Ngadiluwih kab. Kediri pada tahun 1852. KH. Mohammad Ma'roef berasal dari keluarga yang taat beragama. Ayahnya adalah Kyai Abdul Madjid, dia pendiri pondok pesantren Klampok Arum sebelah selatan Masjid Badal dan seorang yang sangat disegani dan ditokohkan didaerahnya.

KH. Mohammad Ma'roef adalah putra kesembilan dari sepuluh bersaudara, tiga perempuan dan tujuh laki-laki. Selengkap nya tentang Pendiri Pondok Pesantren Kedunglo KH. Mohammad Ma'roef sudah saya publikasikan disini

Pondok Pesantren Kedunglo di masa KH Abdul Latif Madjid

Di masa kepemimpinan KH Abdul Latif Madjid Pondok Pesantren Kedunglo menjelma menjadi salah satu pesantren yang cukup berpengaruh di Kediri bahkan Jawa Timur. Pesantren ini sekarang lebih menekankan program pendidikannya secara komprehensif pada bidang ekonomi, sosial maupun budaya. Namun, hal ini dilakukan dengan tidak menghilangkan misi dan visi agamanya yakni mencetak wali yang intelek atau ulama yang wali. "Untuk itulah, dalam upaya perbaikan keimanan umat, bila para ulama lain menerapkan metode dakwah ilmiah, namun Ponpes Kedunglo melakukannya melalui doa," papar KH Abdul Latif Madjid yang akrab disapa Kanjeng Romo Yahi oleh santrinya.

Jumlah santrinya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun menimba ilmu dan mondok di Ponpes Kedunglo. Mereka bukan hanya berasal dari Kediri dan sekitarnya, melainkan juga dari seluruh Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Sumatera termasuk dari Daerah Istimewa Nangro Aceh Darus Salam juga telah mengirimkan putra-putranya untuk mondok di Ponpes Kedunglo.

Pada tahun 1998, KH. Abdul Latif Madjid mendirikan yayasan bernama Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo dengan Akta Notaris No. 05, Tahun 1997, TBN. Nomor: 1/AD/1998, BN. No. 1/98. Di bawah yayasan ini, terdapat Departemen Pendidikan yang menaungi seluruh aktivitas pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Kedunglo, mulai dari jenjang TK/TPA, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Usaha untuk mengembangkan Perguruan Tinggi yang berbasis pada keilmuan, ke-Islaman, dan ke-Pesantrenan terus dilakukan. Dan alhamdulillah pada tahun 2014 STIE dan STIS Wahidiyah berubah menjadi Universitas Wahidiyah. Berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor 608/E/O/2014, tertanggal 17 Oktober 2014, Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo mendapatkan ijin penyelenggaraan program-program studi dan Pendirian Universitas Wahidiyah, yang selanjutnya disingkat UNIWA Kediri.

Pada tanggal 23 Maret 2015 ‘Lounching’, peresmian berdirinya Universitas Wahidiyah oleh Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah yang dihadiri oleh para Ketua PW, Ketua Departemen Pendidikan Wahidiyah Daerah dan tokoh-tokoh Wahidiyah se-Jawa dan Bali. Universitas Wahidiyah atau UNIWA adalah Perguruan Tinggi Swasta di Kediri yang memiliki 6 Fakultas 14 Program Studi, masing-masing:

  1. Fakultas Pertanian (Program Studi S-1)
    1. Agribisnis
    2. Agroteknologi
  2. Fakultas Kesehatan (Program Studi D-3)
    1. Kebidanan
    2. Keperawatan
  3. Fakultas Teknik (Program Studi S-1)
    1. Teknik Informatika
    2. Teknik Industri
    3. Teknik Mesin
    4. Teknik Sipil
  4. Fakultas Ekonomi (Program Studi S-1)
    1. Akuntansi
    2. Manajemen
  5. Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (Program Studi S-1)
    1. Bahasa Inggris
    2. Kimia
    3. Matematika
    4. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  6. Fakultas Agama

Secara Umum Tujuan Berdirinya Pondok Pesantren Kedunglo

Mengajak masyarakat mengamalkan ajaran agama Islam dan sholawat wahidiyah dengan Sumber Daya Insani yang berkualitas unggul bidang IMTAQ dan IPTEK serta Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, kompetitif secara internasional, berkolaborasi global dan bernilai Warotsatul Anbiya didalam Pondok Pesantren Kedunglo. Mempersiapkan generasi Pejuangan Wahidiyah yang cerdas dan berwawasan global serta membentuk insan yang mempunyai kemampuan yang unggul di bidang IMTAQ dan IPTEK.

Sekian dan Terimakasih

(sumber : http://uniwa.ac.id)

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
bottom
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Postingan Terkait
Temui Saya Disini
Populer Artikel
Archive :
Powered by rega
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
Visitor

Ikuti dan update artikel maupun berita terkini dari website https://www.a-rega.com langsung ke email anda dengan memasukkan email anda dan klik "Berlangganan"

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega