Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Untuk PHK Karyawan

Share This :

Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Untuk PHK KaryawanKata kuncinya “semua terdampak pandemi Covid-19” OK, kita ge paham namun sialnya kenapa selalu kita para pekerja/buruh yang menjadi tumbalnya. MEMANFAATKAN pandemi Covid-19 ini sebagai alasan untuk memangkas upah dan sekaligus aji mumpung untuk mem-PHK karyawannya dengan dalih usang omset menurun / perusahaan merugi dan bla bla bla.... Kalau sudah bigini kita harus sering-sering berdoa (semoga atasan-atasan kita dibukakan hati nuraninya dan di beri hidayah amin...1000x) dan jangan lupa berikhtiar.

Tahun ini bener-bener dibilang tahun yang cukup berat khususnya para pekerja/buruh dan umumnya semua orang, Setelah disambut Omnibus Law pada awal tahun 2020 kini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19. Keduanya saya anggap punya kesamaan yaitu merugikan pekerja/buruh karena ke-2 blekok itu mengakibatkan pemotongan/memangkas upah bahkan mem-PHK karyawan. Hal tersebut mengubur fakta bahwa perusahaan sudah lama beroperasi dan menimbun laba, jauh sebelum pandemi Covid-19 yang di impor dari cina. Paham kan ya?

Dengan kata lain terdampaknya omzet perusahaan selama pandemi Covid-19 tidak bisa dijadikan alasan untuk memotong upah terlebih mem PHK karyawannya, keuntungan perusahaan selama ini harusnya bisa untuk membackup jika hal ini terjadi. Namun balik lagi jika memang niatnya Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Untuk PHK Karyawan, dana simpanan atau keuntungan perusahaan yang selama ini didapatkan jangan ngarep bisa digelontorkan.

Dari hal diatas ada yang masih membingungkan saya seperti “Perusahaan omset menurun sehingga perusahaan memotong upah karyawannya namun perusahaan punya duit banyak untuk mem-PHK karyawannya” ini pake teori apa ya? Udah gaji dipotong ada bayangan PHK lagi...! tapi kabar baiknya mem PHK karyawan gak semudah apa yang kita bayangkan ada prosedurnya brow.

Tau dulu alasan perusahaan mem PHK kita biasanya kalau enggak karena RUGI ya paling EFISIENSI (disaat situasi seperti pandemi ini). Sulit rasanya kalau perusahaan pakai dalih meRUGI karena perusahaan harus membuktikan laporan keuangannya di 2 tahun terakhir tentunya telah di audit oleh akuntan publik. Bunyinya di (UU 13 Tahun 2003 pasal 164 ayat 2)

Paling yang lebih realistis bahasanya adalah “EFISIENSI” demi keberlangsungan perusahaan, jika pil pahit harus ditelen setidaknya kita harus tau ketentuannya jika perusahaan mem PHK karyawan dengan alasan efisiensi. Pertama keluarin UU 13 tahun 2003 BAB XII PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA Pasal 164, ayat 3 : yang menyebutin, " Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun berturut-turut atau bukan karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi, dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

Yang saya bold diatas kata kuncinya, soal itungannya pembaca yang lebih tau dan saya rasa bisa lah ngitung sendiri. Namun sebelum dilanjut pikirkan kembali keputusan yang akan diambil, jika pembaca merasa masih layak, pengen dan sanggup bekerja secara profesional kita minta pendampingan dari serikat buruh untuk dirundingkan. Intinya yang ingin saya sampaikan jangan mudah nerima gitu aja kalau di PHK.

Diatas saya sudah utarakan yang pertama kita sama sama berdoa dan beriktiar dengan cara berjuang mempertahankan hak-hak kita minimal untuk diri kita sendiri karena dibelakang kita masih ada keluarga yang harus kita pertanggung jawabkan sampai kita tertidur ditumpukan tanah. (allahu akbar)

Sekian dari saya mohon maaf jika ada kesalahan dan mohon koreksinya melalui kotak komentar dibawah ini.

Salam dan Terimakasih

Share This :

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Postingan Terkait
Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega