Kyowa Indonesia Prinsip Quality

Kyowa Indonesia Prinsip QualityBahasa yang sederhana dari Kyowa Indonesia Prinsip Quality (KIPQ) adalah penerapan agar dapat mendorong atau meningkatkan quality dan kinerja. Hal ini merupakan suatu wujud agar pelanggan mencapai suatu kepuasan dari layanan yang telah diberikan, KIPQ diterapkan tidak hanya‬ dari faktor produksi, namun diterapkan di aspek non produksi seperti penjualan.

Berikut Kyowa Indonesia Prinsip Quality (KIPQ) yang merupakan duplikasi/transform dari Yamaha Prinsip Quality (YPQ)

Kyowa Indonesia Prinsip Quality :

  1. Mematuhi Standar Kerja (MSK)
  2. Kerja Tuntas (KT)
  3. Pemisahan Part Sebelum dan Sesudah Proses (PSSP)
  4. Penanganan Part NG (PNG)
  5. Kontrol Awal Operator (KAO)

Mematuhi Standart Kerja (MSK)

Definisi : Operator harus bekerja sesuai standart kerja agar hasil proses (barang) sesuai dengan standart yang telah ditetapkan.

Tujuan : Mencegah lolos dan terjadinya produk NG yang disebabkan tidak mematuhi standar kerja.

Poin : Leader melakukan edukasi terkait standar kerja dan melakukan kontrol kepatuhan operator terhadap standar kerja.

Tugas Operator :

  1. Saat pertama kali melakukan pekerjaan, operator menerima bimbingan berdasarkan WI (Work Intruction) terlebih dahulu dari leader atau foreman
  2. Melakukan pekerjaan sesuai dengan WI yang diajarkan
  3. Jika tidak bisa (sulit) bekerja sesuai WI atau WI tidak ada pada proses, operator harus lapor kepada pimpinan (leader/foreman)

Tugas leader/foreman :

  1. Menyiapkan sarana edukasi dan sarana kerja
  2. Melakukan edukasi dan tes pemahaman kepada operator
  3. Harus memastikan WI telah tersedia di setiap proses / mesin yang menjadi tanggung jawabnya
  4. Mengecek kepatuhan operator terhadap WI secara berkala, gunakan copy WI jika tidak hafal urutan proses lalu perhatikan atau cek operator mengikut WI atau tidak
  5. Harus lakukan revisi bila ada ketidak sesuaian antara standar kerja dengan proses yang dikerjakan (sesuai rule perubahan dokumen ISO) jika ada tambahan proses

Kerja Tuntas (KT)

Definisi : Operator harus melesaikan 1 cycle proses, sebelum meninggkan area kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Jika proses boleh tidak selesai dalam 1 cycle maka harus ada “tag kerja tuntas” sebagai pngingat Belum Selesai Proses. (1 Cycle atau tidak harus jelas dalam rule kerja tuntas)

Tujuan : Mencegah terjadinya lupa proses, jumping proses atau double proses kerena penghentian proses sementara (toilet, istirahat, shalat, munum dll) ataupun saat terjadi pergantian operator (pergantian sif).

Tugas Operator :

  1. Selesaikan 1 cycle pekerjaan sebelum meninggalkan proses / area kerja.
  2. Jika terpaksa menghentikan proses kerja, TAG kerja tuntas harus dipasang pada proses terakhir dikerjakan dan saat kembali pastikan tidak ada proses yang terlewat dengan cara cek kembali mulai dari awal proses sebelum memulai pekerjaan.
  3. Tidak boleh mengobrol, bercanda, dan menggunakan alat komunikasi untuk hal yang tidak penting (Facebook, BBM, Internet, MP3 dll) saat jam kerja.
  4. Jika terdapat kondisi abnormal laporkan kepada pimpinan.

Tugas Leader/Foreman :

  1. Menyiapkan sarana edukasi (materi, daftar hadir dll) dan sarana kerja (TAG kerja tuntas, FIX posisi TAG, OPL, dll)
  2. Melakukan edukasi dan tes pemahaman kepada operator, serta melakukan review secara berkala kepada seluruh operator.
  3. Mengecek pelaksanaan kerja tuntas secara periodik :
    1. Leader melakukan kontrol terkait implementasi rule kerja tuntas saat operator meninggalkan area kerjanya. (apakah operator melaksanakan rule kerja tuntas / tidak)
    2. Foreman melakukan cek hasil kontrol kerja tuntas operator yang dilakukan oleh leader.
  4. Pastikan tidak ada operator mengobrol, bercanda dan menggunakan alat komunikasi saat jam kerja.

Pemisahan Part Sebelum dan Sesudah Proses (PSSP)

Definisi : ada identifikasi / TAG / area yang jelas untuk part sebelum dan sesudah proses.

Tujuan : Memisahkan dan mencegah terjadinya jumping proses part yang terkirim ke konsumen atau shop berikutnya.

Tugas Operator :

  1. Manaruh hasil kerja sesuai dengan tempatnya (sebelum dan sesudah proses)
  2. Tidak boleh mengobrol, bercanda, dan menggunakan alat komunikasi untuk hal yang tidak penting (Facebook, BBM, Internet, MP3 dll) saat jam kerja
  3. Jika terdapat kondisi abnormal laporkan kepada pimpinan.

Tugas Leader/Foreman :

  1. Menyiapkan sarana edukasi (materi, daftar hadir dll) dan sarana kerja (TAG kerja tuntas, FIX posisi TAG, OPL, dll)
  2. Melakukan edukasi dan tes pemahaman kepada operator, serta melakukan review secara berkala kepada seluruh operator.
  3. Leader atau Foreman melakukan cek secara berkala kepada operator mengenai pelaksanaan prinsip sebelum dan sesudah pada proses kerja yang di kontrolnya.
  4. Pastikan tidak ada operator mengobrol, bercanda dan menggunakan alat komunikasi saat jam kerja.

Penanganan Part NG (PNG)

Definisi : Disaat menemukan produk NG, operator harus memisahkan, memberikan identitas lalu memasukkan ke BOX NG dan melaporkan kepada atasan.

Tujuan : Mencegah terkirimnya produk NG ke proses selanjutnya atau tercampur dengan produk OK.

Tugas Operator :

  1. Jika temukan part AFKIR, pisahkan dari part yang OK
  2. Beri identitas menggunakan pensil/spidol marking / lable merah polos (tulis nama dan nomor part, masalahnya apa, tanggal ditemukan, nama yang menemukan dan tanda tangan.)
  3. Taruh part afkir pada box merah atau tempat yang sudah ditentukan oleh shop (box NG)
  4. Lapor ke pimpinan.

Tugas Leader/Foreman :

  1. Menyiapkan sarana edukasi (materi standar part Ok dan part NG) dan sarana kerja (box NG, TAG NG, mark, chek sheet dan WI Cheeck)
  2. Lakukan edukasi dan tes pemahaman kepada operator
  3. Cek part afkir dan update data chek sheet hasil pengecekan setiap hari
  4. Menganalisa part afkir yang ditemukan dan lakukan perbaikan
  5. Laporkan perbaikan dengan menggunakan QC story
  6. Sosialisasikan part afkir dan penyebabnya kepada operator
  7. Monitor hasil perbaikan

Kontrol Awal Operator (KAO)

Devinisi : Setiap operator baru, mutasi atau pindahan harus menerima bimbingan atau edukasi sebelum bekerja, dan atasan harus melakukan kontrol awal bekerja.

Tujuan : Mencegah terjadinya produk NG dikarenakan operator (baru/pengganti)

Tugas Leader/Foreman :

  1. Harus mengecek penempatan operator dan mengecek ada tidaknya operator baru, pengganti maupun mutasi. Memastikan Operator tersebut setiap mulai bekerja.
  2. Harus memberi bimbingan kerja / OJT jika ada operator baru, sebelum bekerja seperti di bawah ini ; 
    1. Membimbing cara menggunakan APD sesuai standar
    2. Membimbing cara kerja sesuai WI (Work Intruction), dengan terlebih dahulu memberi contoh cara kerja bedasarkan WI tersebut.
    3. Membimbing cara memutuskan part “OK” dan part “NG” untuk dimensi dengan alat ukur sedangkan untuk appereance dengan memperlihatkan part nya
    4. Membimbing cara melaksanakan autonomus maintenance mesin sesuai dengan standart (check sheet)
  3. Leader atau Foreman mengecek karyawan tersebut apakah sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan WI (Work Intruction) atau belum, jika belum harus di bimbing ulang di tempat tersebut, kemudian mengechek kembali hasil bimbingan ulang.
Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
bottom
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Postingan Terkait
Temui Saya Disini
Populer Artikel
Archive :
Powered by rega
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
Visitor

Ikuti dan update artikel maupun berita terkini dari website https://www.a-rega.com langsung ke email anda dengan memasukkan email anda dan klik "Berlangganan"

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega