Demo Buruh Disaat Pandemi Covid 19

Share This :

Sebuah dilema yang dirasakan khususnya kaum buruh di tengah pandemi covid 19, bagaimana tidak disatu sisi ingin menjaga agar terhindar dari virus covid 19 di sisi yang lain kaum buruh harus memperjuangkan hak-haknya hingga nasibnya sendiri. Terlebih sekarang ini pandemi yang terjadi terkesan aji mumpung perusahaan atau pabrik memotong gaji buruhnya bahkan hingga PHK dengan alasan kerugian karena pandemi covid 19. Maka Demo Buruh Disaat Pandemi Covid 19 merupakan pilihan yang mau tidak mau harus dilakukan.

Pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah tidak bisa serta merta melarang aksi atau Demo Buruh Disaat Pandemi Covid 19, karena para pimpinan orgasisasi tentunya sudah memikirkan hal tersebut, para pimpinan organisasi tidak akan mengorbankan anggotanya hal ini terlihat dari kegiatan demo yang tidak seperti biasa. Seperti demo yang mengikuti standart protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak saat demo.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku pihaknya tidak mempersoalkan aksi di tengah wabah pandemi virus corona atau Covid. Namun, ia menegaskan agar demonstran untuk patuh dengan protokol pencegahan virus corona. Hal ini dikatakan terkait aksi demonstrasi yang digelar. Lanjutnya, ia mengaku akan terus mengawasi setiap aksi demonstrasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan semestinya.

Opsi selain unjuk rasa / demo

Pada peringatan May Day atau hari buruh di tahun ini dilaksakan secara berbeda dari tahun tahun sebelumnya yang selalu turun ke jalan dalam memperingati hari buruh sedunia atau May Day. Sebagian besar buruh tidak menggelar aksi unjuk rasa. Sebagai gantinya mereka melakukan kampanye secara daring. Seperti layaknya perayaan May Day pada tahun-tahun sebelumnya, kalangan buruh menyampaikan beragam aspirasinya.

Ketua Umum Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mengatakan sebagian serikat buruh termasuk organisasinya memperingati hari buruh sedunia tahun 2020 dilakukan secara daring. Isu utama yang diangkat mengenai perlindungan terhadap buruh dan seluruh rakyat dalam menghadapi pandemi coronavirus disease (Covid-19).

Ilhamsyah beralasan perayaan May Day dilakukan secara daring untuk menghindari risiko penularan Covid-19 yang dapat membahayakan buruh dan masyarakat. Namun aksi unjuk rasa turun ke jalan atau Demo Buruh Disaat Pandemi Covid 19 harus dilakukan jika memang aksi melaui daring kurang maksimal.

Share This :

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Postingan Terkait
Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega