Catatan Seorang Buruh dan Ajakan Untuk Berserikat

Catatan Seorang Buruh dan Ajakan Untuk BerserikatHidup Buruh,,, Hidup Buruh,,, Hidup Buruh,,, Salam perjuangan dan pembebasan kelas budak. Sadarkah kita ternyata sampai saat ini ternyata kita BURUH dianggap sebagai sapi perah oleh pengusaha bahkan lebih parah lagi ada yang menganggap kita buruh hanya sebagai budak (bahasa kalemnya mesin bernyawa). Bekerja dari pagi sampai sore, sore ketemu malam, hingga ketemu pagi lagi, sampai waktu yang seharusnya bersama keluarga tercinta kita korbankan agar perusaahan tempat kita bekerja mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya (dengan iming-iming lemburan).

Sayangnya keuntungan – keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan selama ini tidak dibarengi dengan kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan untuk buruhnya. Kita buruh harus sadar ternyata kita hanya di suruh kerja dan kerja tanpa 100% menikmati hasil dari kerja keras dan keringat yang sudah dikeluarkan oleh kita.

Sejatinya melihat hal diatas, mestinya kesejahteraan itu layak kita dapatkan tanpa mesti kita memintanya namun apa yang terjadi,? Kesejahteraan itu rupanya harus kita minta bahkan mesti diperjuangkan dengan susah payah. Padahal kita hanya menuntut HAK kita sebagai buruh yaitu KESEJAHTERAAN.

Paradigma harus dirubah bahwa perusahaan besar bukan dilihat dari bentuk fisik maupun produksi yang dihasilkan, melainkan dilihat dari status buruh yang ada didalamnya, apakah sudah sejahtera,? Jika belum, tidak selayaknya perusahaan itu di cap atau dianggap sebagai perusahaan besar jika buruhnya belum sejahtera.!!! (Semoga pembaca setuju juga)

Cara sederhana mengukur kesahteraan buruh (versi a-rega.com) adalah ketika kita di bayar atau di gaji di tiap bulannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak selama sebulan!!!. Saya rasa pembaca mengerti apa itu arti kehidupan hidup layak, Namun apa yang telah kita terima (gaji perbulan) jauh dari kata LAYAK. Hidup Layak dapat kita rasakan jika kita buruh menambah extra waktu dan tenaganya dalam bekerja demi memenuhi kehidupan layak bahkan itupun masih terasa sangat kurang. Jadi jangan aneh kalau lemburan menjadi rebutan, buruh banyak yang berjualan, buruh banyak hutang, dan tidak sedikit buruh selalu bertanya di tanggal tua “kapan ya gajian?” Ups...

Kita jangan pasrah, dan meratapi nasib sudah saatnya kita bangun dan bangkit untuk melawan dan berusaha. Karena bagaimanapun juga kesejahteraan tidak akan datang dengan sendirinya, (kesejahteraan ditempat kita bekerja sekarang ini harus diperjuangkan) kalau bukan kita yang memperjuangkannya siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi.

Kita harus sadar bahwa kesejahteraan tidak mungkin diberikan begitu saja dan datang secara instan. Kesejahteraan yang ada di tempat kita bekerja ternyata harus diperjuangkan, kabar buruknya perjuangan itu tidak mudah dan sangat sulit untuk didapatkan. Kabar baiknya Tidak Ada Yang Tidak Mungkin jika kita melakukannya secara bersama-sama dan terorganisir, seperti yang terjadi ditahun 2012, dimana saat itu buruh secara serentak dan bersama-sama bersatu memperjuangkan status kerja tetap.

Kehidupan layak dan Kesejahteraan buruh mau tidak mau harus Diperjuangkan secara bersama-sama dan terorganisir melalui media yang ada ditempat kita yaitu Serikat Buruh. FPBI (Federasi Perjuangan Buruh Indonesia) merupakan serikat buruh yang salah satu perannya adalah sebagai media atau alat perjuangan kita bersama menuju kesejahteraan dan kehidupan layak yang hal ini merupakan cita-cita kita bersama keluarga, namun sayang banyak kawan kita yang belum sadar akan pentingnya serikat buruh, sedihnya lagi serikat buruh hanya dijadikan tempat penitipan nasib.

Ya kita bersama-sama bukan hanya pengurus serikat maupun GODAM kalau hanya pengurus saja yang menjalankan dan memperjuangkan kesejahteraan tanpa ada kepedulian dan peran serta anggota lainnya maka bisa dipastikan kita akan sangat jauh dari kata kesejahteraan bahkan bisa jadi hilang pekerjaan.

Dewasa ini perusahaan / pengusaha sangat mudah sekali menjatuhkan sanksi mulai dari SP (Surat Peringatan) sampai yang paling pahit yaitu PHK (pemutusan hubungan kerja), bahkan intimidasi agar karyawan mengundurkan diri dengan iming-iming uang hingga teguran keras bermodus konseling. Ingatkah kalian sudah berapa kawan kita yang terkena SP? dan sudah berapa banyak kawan kita yang di PHK? Kalau saya tidak ingat karena saking banyak nya.!!! Satu lagi hal itu bisa saja terjadi pada diri kita (tidak ada yang tidak mungkin).

Seharusnya hal diatas menjadi pemantik buat kita agar kita semakin menyalakan dan mengobarkan api perjuangan melalui organisasi, sialnya yang terjadi malah bukan menjadi pemantik tapi malah sebagai air yang menyiram semangat api perjuangan dirinya sendiri, parahnya lagi menularkan sikapnya itu ke orang lain (kalau mau jadi pecundang jadilah pecundang sendiri jangan ngajak-ngajak yang lain).

Sadarkah kita disini terdapat organisasi yang tentunya sebagai wadah kita untuk berjuang, melawan, menahan gempuran dan tekanan dari segala arah (seperti digencet) yang di lakukan oleh perusahaan untuk menekan kita demi tujuan pengusaha yaitu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Tapi celaka, celaka, celakanya keuntungan hanya dinikmati oleh segelintir orang. Keuntungan yang didapat perusahaan dari hasil kerja keras kita dan dari hasil pengorbanan waktu kita tidak sebanding dengan yang kita terima (Keuntungan besar dapat diperoleh pengusaha jika buruhnya manut, cium tangan-kaki, cium pipi kiri-kanan cium ....maaf di sensor.... dan memilih jadi pecundang ketimbang melawan)

Berjuanglah,,,!!! Berjuanglah,,,!!! Berjuanglah,,,!!! Jangan menjadi buruh bermuka 2 (dua) apalagi berusaha selalu berada di posisi ketiak pengusaha hanya untuk status maupun jabatan semata. Berjuanglah semampu kalian, berjuang tidak mesti didepan meja perundingan dan tidak mesti turun ke jalan (jika tidak memungkinkan), Berjuanglah dengan cara apa saja sesuai dengan kemampuan kita merkipun efek nya tidak terasa langsung ke Organisasi.

Banyak contoh tindakan yang saya yakin kalian bisa lakukan seperti : mensupport perjuangan organisasi dengan mengikuti intruksi arahan organisasi, mengajak atau mendiskusikan organisasi dengan teman sejawat atau apa saja (Gregetan saya), saya kasih contoh lagi seperti membuat spanduk, foto / gambar inspiratif sampai kalau perlu buat artikel atau postingan lalu di share (kali aja viral) seperti yang kalian baca saat ini sebagai bentuk PROPAGANDA yang bertujuan untuk memberi pesan, mempengaruhi pikiran, pendapat dan tindakan kawan kita yang belum sadar akan pentingnya Serikat Buruh (FPBI).

Pertanyaannya kapan atau sudahkah kita belajar untuk berjuang atau minimal melawan ketidak adilan dan lainnya yang diperlakukan perusahaan kepada kita secara individu maupun secara umum?. (Renungkanlah kawan)

Diatas merupakan gambaran yang terjadi di salah satu perusahaan yang saya tidak sebutkan nama nya di dalam postingan ini (bahasa kerennya Etika Jurnalis) dan merupakan catatan seorang buruh original post by rega sesuai dengan kategori pada web ini, pesan saya netizen maupun publisher yang baik selalu mencantumkan sumbernya dalam menduplikasi ataupun sekedar ngeshare postingan ini, mohon maaf jika ada yang salah dan mohon koreksinya.

Hidup Buruh,,, Hidup Buruh,,, Hidup Buruh,,, Salam perjuangan dan pembebasan kelas budak.!!!

Sekian dan Terimakasih

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
bottom
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Temui Saya Disini
Postingan Terkait
Populer Artikel
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
Visitor

Ikuti dan update artikel maupun berita terkini dari website https://www.a-rega.com langsung ke email anda dengan memasukkan email anda dan klik "Berlangganan"

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega