Candi-Candi yang terdapat di Magelang

Banyak julukan untuk Kota Magelang seperti Kota Militer, Kota sejuta bunga dan Kota Candi karena di kota ini terdapat banyak candi - candi. Candi yang cukup terkenal bahkan hingga mancanegara seperti Candi Borobudur sebagai tempat tujuan wisata di Magelang, namun sejatinya di kota magelang sedikitnya terdapat 13 candi dan 1 masih dalam tahap penelitian. Berikut Candi-Candi yang terdapat di Magelang :

Candi Borobudur

candi borobudur magelang

Candi Borobudur terletak di Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur tentunya tidak asing bagi masyarakat Indonesia kerena Borobudur bukan hanya menjadi tempat wisata di Magelang saja, tetapi sudah menjadi Icon Tempat Wisata di Indonesia bahkan Dunia Internasional kerena candi ini termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Adapun luas bangunan candi borobudur tersebut adalah 2.500 m² sehingga menjadi Candi Budha yang terbesar di dunia.

Sekilas tentang Candi borobudur, dibangun oleh Dinasti Sailendra sekitar abad ke-8 masehi ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam di jawa. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles dan Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Candi Pawon

candi pawon di magelang

Candi Pawon atau nama lainnya adalah Candi Brajanalan terletak tidak jauh dengan candi borobudur, jarak dari candi borobudur ke candi pawon sekitar berjarak tempuh 2 Km. Candi pawon sendiri merupakan upa angga atau bagian dari candi borobudur. Nama asal dari candi pawon adalah pawuan yang memiliki arti tempat menyimpan abu.

Sekilas tentang Candi Pawon, Candi Pawon merupakan versi pendahuluan untuk Candi Borobudur. Dugaan ini didasarkan pada lokasi candi yang berada tepat di pertengahan bangunan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Selain itu, hal ini juga didasarkan pada pola relief yang terpahat pada dinding-dinding situs bangunan Candi Pawon yang dianggap sebagai permulaan dari relief yang terdapat pada situs bangunan bersejarah Candi Borobudur. Nama dari candi ini memberikan arti bahwa candi ini merupakan sebuah tempat untuk menyimpan abu (awu) selain itu candi pawon sebagai penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782 – 812 Masehi). Raja Indra adalah ayah dari Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra.

Candi Mendut

candi mendut magelang

Candi Mendut adalah candi yang letaknya berada di paling timur dari garis lurus tiga candi yaitu borobudur – pawon – mendut ketiga candi tersebut memiliki hubungan yang sangat erat antara satu dan lainnya. Berlokasi di Jalan Magelang, Sumberrejo, Mendut, Mungkid, Magelang

Sekilas tentang Candi Mendut, Candi Mendut dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M Diperkirakan usia candi Mendut lebih tua daripada usia Candi Borobudur. Pada bagian dalam candi mendut ini terdapat ruangan yang berisikan altar tempat tiga arca Budha berdiri, dan keadaan arca tersebut sampai saat ini masih utuh. Relief-relief yang terdapat pada dinding candi ini masih jelas terlihat bentuknya. Relief tersebut mengandung cerita berupa ajaran moral dengan menggunakan tokoh-tokoh binatang sebagai pemerannya. Adapun luas bangunan candi mendut tersebut adalah 13,7×13,7 meter dengan tinggi 26,4 meter.

Candi Ngawen

candi ngawen magelang

Candi ngawen letaknya tidak jauh dari pasar muntilan dekat dengan pemukiman warga dan sawah lokasi tepatnya berada di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya tampak berada pada salah satu candi lainnya. Beberapa relief pada sisi candi masih tampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran Kinnara, Kinnari, dan kala-makara.

Candi Canggal / Candi Gunung Wukir

candi canggal

Candi Canggal atau sering di sebut juga candi gunung wukir ini terletak di dusun Canggal, Kelurahan Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berada di atas Bukit Wukir dari lereng barat gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Komplek area reruntuhan candi mempunyai ukuran 50 meter x 50 meter. Lokasinya dapat dicapai dengan angkutan umum ke arah Kecamatan Ngluwar hingga Desa Kadiluwih Dusun Canggal, yang disambung dengan berjalan kaki ke atas bukit lebih kurang 300 meter dpl.

Candi Selogriyo

Candi Selogriyo

Candi Selogriyo terletak di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Selo artinya batu sedangkan griyo adalah rumah jadi selogriyo artinya rumah dari batu, masyarakat yang berdomisili sekitar candi tersebut menyebutnya dengan bahasa jawa yaitu omah watu.

Candi Selogriyo ini berdiri sendiri dan terletak tepat di lereng tiga bukit yaitu bukit condong, giyanti dan malang. Berada di ketinggian kira-kira 648 mdpl. Akses untuk sampai ke Candi selogriyo dari pemukiman warga terdekat hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki atau dengan mengendarai sepeda motor. Karena akses jalan yang masih sulit untuk di jangkau dengan kendaraan roda empat.

Candi Gunung Sari

candi gunung sari

Candi Gunung Sari letaknya tidak jauh dari Candi Gunung Wukir, ada sebuah bukit namanya Bukit Sari atau Gunung Sari. Di puncak bukit inilah tempat ditemukannya Candi Gunungsari, di Dusun Gunungsari, Desa Gulon, Kecamatan Salam. Ini adalah candi Hindu Siwa yang konon berdasarkan bentuk arsitekturnya dimungkinkan berusia lebih tua dari Candi Gunung Wukir. Keindahan wisata candi gunung sari sebenarnya ada pada alam sekitarnya, yang menampilkan panorama indah dan asri.

Candi Lumbung

candi lumbung

Candi Lumbung terletak di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, ada kemungkinan pada zaman dahulu candi lumbung digunakan untuk menyimpan bekal makanan atau hasil bumi. Letak candi lumbung yang dahulu berjarak sekitar 750 meter dari lokasi sekarang. Relokasi ini Karena khawatir peninggalan sejarah ini hilang yang disebabkan oleh banjir lahar dingin karena berdekatan dengan sungai yang merupakan aliran lahar dingin dari gunung merapi.

Candi lumbung berdekatan dengan candi asu sengi dan candi pendem. Bangunannya berdiri di atas batu berdenah bujur sangkar dengan ukuran 8,43 x 8,43 meter, dan menghadap ke arah barat. Atap candi yang kini sudah tidak utuh ini justru menarik wisatawan untuk mengunjunginya sebagai bahan penelitian Di bagian barat daya candi ini hanya tersisa bebatuan yang jumlahnya tidak banyak dan menumpuk di tengah candi lumbung. Dan dalam bebatuan bangunan candi ada ukiran dan bentuk hewan, yang memiliki makna tersendiri. Candi lumbung merupakan peninggalan hindu yang diperkirakan berdiri pada abad ke - 8.

Candi Pendem

candi pendem

Candi Pendem berlokasi tidak jauh dari candi lumbung, candi ini difungsikan sebagai tempat sembahyang menghadap ke barat membelakangi gunung Merapi. Perlu diingat bahwa Gunung Merapi dan Gunung Merbabu memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi masyarakat Hindu pada masa itu. Candi ini konon didirikan pada masa pemerintahan Rakai Hayuwangi, raja Mataram Kuno yang berkuasa saat itu. Akses jalan menuju candi pendem hanya bisa dengan berjalan kaki karena jalan satu-satunya anda harus melewati pematang sawah yaitu lahan sawah milik pertanian warga setempat.

Candi Asu

candi asu

Candi Asu, dilahat dari nama nya sepertinya cukup kasar untuk di ucapkan karena “ASU” dalam bahasa Indonesia nya adalah “Anjing”, ada 2 persepsi mengapa dinamakan Candi Asu Pertama, karena patung sapi yang bentuknya tidak sempurna karena belum selesai atau telah rusak yang lebih mirip anjing. Kedua, kata asu yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa ngaso yang berarti istirahat, menandakan bahwa candi ini adalah tempat ngaso atau istirahat penguasa kerajaan di sekitar candi ini waktu itu. Letak candi asu ada di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, tepat berada di lereng Gunung Merapi, sebelah barat di tepian Sungai Tlingsing Pabelan.

Candi Losari

candi losari kecamatan salam

Candi losari, terletak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Candi ini diduga dari agama Hindu, Struktur candi tersebut relatif utuh pada bagian tubuh hingga puncak candi, ditemukan hingga kedalaman lima meter di bawah permukaan tanah. Candi yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 sampai 10 Masehi tersebut, berukuran 2 x 2 m pada bagian bilik candi. Total ada 4 candi, satu candi induk dan tiga candi perwara.

Candi Brangkal

candi brangkal

Candi Brangkal, terletak di Dusun Bangkal, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, termasuk desa wisata yang berjarak 3 km dari Candi Borobudur. Candi ini sudah hancur saat ditemukan, hanya menyisakan puing-puing dan sebuah arca yang kini disimpan di salah satu rumah warga setempat. Salah satu Situs bersejarah ini berada di dalam rumah bambu milik bapak Sarwono. peninggalan berupa sebuah arca, batu candi dan juga lingga semu disimpan rapi di dalam rumahnya.

Kemungkinan besar lokasi candi ini terpendam dibawah Masjid Tiban (Masjid Baitul awal) mengingat banyaknya bebatuan candi bahkan patung wisnu yang terdapat disekitar Masjid tersebut yang hingga sekarang masih disimpan oleh masyarakat.

Candi Retno

candi retno

Candi Retno, terletak di desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Keunikan Candi Retno adalah berupa batuan bata merah ini dan ditemukan batuan yang berserakan berupa Yoni yang sangat besar. Bahkan ada Yoni yang memiliki posisi telungkup. Keunikan lainnya adalah terdapat pohon Majapahit yang sangat legendaris di Bumi Nusantara. Kemungkinan besar pohon tersebut sudah sangat lama, karena kepopuleran pohon ini sebagai penghalau hama padi sangat dibutuhkan para petani sejak dahulu kala

Candi Umbul

candi umbul

Candi Umbul, terletak di Desa Kartoharjo Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Candi ini diperkirakan dibangun pada peroiode antara tahun 800-850 M atau abad IX Masehi. Saat ini si area Candi Umbul terdapat bangunan yang memiliki dua bangunan kolam air hangat, Kolam ini berbentuk persegi panjang membentang arah Barat Laut-Tenggara. Masing -masing ukuran kolam tidak sama dan sebagian besar bahan yang digunakan untuk dinding kolam adalah batu kulit candi dari batu andhesit.

Pada dinding tangga terdapat hiasan kala. Beberapa artefak ditemukan di area situs seperti batu-batu candi di tengah kolam sisi Tenggara. Temuan tersebut antara lain umpak dan landasan tempat untuk menempatkan miniatur candi. Temuan yag lain adalah relief binatang, arca Agatya, arca Durga, miniatur candi, umpak, yoni dan padmasana.

PENUTUP

Itulah sederetan candi-candi yang terdapat di Magelang, kemungkinan penemuan candi-candi akan terus berlanjut mengingat kota ini dulunya berupa peradaban purba yang terkubur erupsi Gunung Merapi. Seperti disebutkan arkeolog Djoko Dwiyanto, bahwa di sekeliling Gunung Merapi dan Merbabu memang bertebaran peninggalan-peninggalan masa lalu yang diperkirakan masih banyak yang terkubur akibat erupsi gunung merapi.

Salah satu contoh penemuan candi yang masih dalam proses observasi maupun penelitian dan masih terkubur adalah situs Tamansari di Dusun Gendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu situs ini seperti membuka misteri peradaban purba di kaki Gunung Merapi dan digadang gadang Candi Kajangkoso lebih besar dari Borobudur namun hasil ini belum final karena masih dalam observasi maupun penelitian.

Tidak salah Magelang dijuluki 'Kota Candi'? selain candi-candi yang sudah ditemukan ternyata kemungkinan masih terdapat candi yang masih terpendam dibawah tanah Magelang. Jadi kalau kalau kamu kebetulan ke Magelang tidak ada salahnya mengunjungi candi-candi yang sudah ditemukan, atau jika ingin mencari candi yang masih tertimbun tanah juga boleh.

Sekian, Salam dan Terimakasih

(Sumber : https://www.wikipedia.org)

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
bottom
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Postingan Terkait
Temui Saya Disini
Populer Artikel
Archive :
Powered by rega
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
Visitor

Ikuti dan update artikel maupun berita terkini dari website https://www.a-rega.com langsung ke email anda dengan memasukkan email anda dan klik "Berlangganan"

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega