Aksi Penolakan PP 78 di Depan Istana Berakhir Rusuh dan di bubarkan Paksa oleh Aparat

Aksi Penolakan PP 78 di Depan Istana Berakhir Rusuh dan di bubarkan Paksa oleh AparatPerundingan antara Buruh dan Pemerintah tidak menemui kata sepakat para buruh pun memilih sikap untuk tetap bertahan, Lantaran tuntutan mereka ditolak pemerintah, buruh bersikeras tetap berkumpul di depan Istana dan enggan membubarkan diri.

"Kami akan melanjutkan aksi ini sampai menang. PP pengupahan ini untuk kebijakan kenaikan upah setiap tahun, yang artinya kenaikan upah hanya dibatasi keadaan ekonomi dan inflasi," kata Rusdi (Sekretaris Jenderal KSPI), “Kami di sini berjuang untuk rakyat," teriak orator dari mobil komando, dan Ia meminta buruh tidak meninggalkan halaman Istana sampai Presiden Joko Widodo bicara.

Aparat kepolisian pun merespon tindakan massa aksi yang tetap bertahan tersebut dengan tindakan represif. Pihak kepolisian mengaku terpaksa melakukan pembubaran paksa. Dijelaskan pihak Humas Polda Metro Jaya, petugas kepolisian terpaksa melepaskan tembakan meriam air (water canon) dan gas air mata ke arah massa karena tak kunjung membubarkan diri hingga batas waktu yang telah diatur.

Menurut Kombes Iqbal, pertemuan berakhir pada puku 18.00, batas waktu pelaksanaan unjuk rasa. "Pukul 18.00 pertemuan selesai dan disepakati untuk pulang sesuai aturan untuk batas akhir waktu demo (Perkap No 7/2012) tentang penyampaian di muka umum. Diatur di situ demo dari pukul 6.00 sampai 18.00,"

Setelah itu, sekitar 5 ribu buruh lalu pulang, sedangkan sisanya masih bertahan. Polisi lalu memperingatkan kembali, dan 2 ribu massa pun pulang. Namun, menurut Kombes Iqbal, massa masih ada yang bertahan, bahkan menurutnya ada mobil komando massa aksi yang ia sebut memprovokasi untuk bertahan dan menginap di istana.

Peringatan ketiga pun disampaikan agar massa membubarkan diri. Polisi lalu menembakkan water cannon, massa masih tidak bubar. Akhirnya tembakan gas air mata dilepaskan ke arah massa. Saat massa membubarkan diri, polisi menuding masih ada sejumlah orang memprovokasi agar tidak meninggalkan tempat.

Saat itulah terjadi penangkapan, dan dijadikan tersangka. Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnivian, menyayangkan pembubaran harus dilakukan sampai tiga kali. "Kita lakukan peringatan, water canon, lalu gas airmata," ujarnya, Jumat (30/10), yang dilansir Republika Online.

Buruh dihujani gas air mata. Pembubaran dilakukan dengan kekerasan dan pengrusakan. Setelah itu, sebanyak 26 orang dikriminalisasi, termasuk 1 mahasiswa dan 2 aktivis LBH Jakarta.

(sumber)

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher maupun seorang blogger yaitu pantang mempublikasikan postingan HOAK atau Bohong dan mengindari postingan yang berujung SARA. a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Tags: ,
Postingan Terkait

http://www.a-rega.com

Alamat : Perum Cijingga Permai Blok C No. 10 Cikarang Selatan. Bekasi

Email : admin@a-rega.com

Tlp : +62856 9428 1989

Visitor

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega