Umat islam dilarang merayakan tahun baru masehi

umat islam dilarang merayakan tahun baru masehiAssalamualaikum Wr. Wb

berikut ini merupakan postingan pertama di tahun 2018 namun hal ini bukan berarti untuk menyambut apalagi merayakan ya... laughing karena Perayaan tahun baru masehi tidak sesuai dengan Syariat Islam menurut ulama hal ini merupakan bentuk Tasyabbuh yang berarti menyerupai atau mencontoh. Menyerupai atau mencontoh disini tidak lah lain adalah penyerupaan terhadap orang-orang non muslim dengan seluruh jenisnya dalam hal aqidah atau ibadah atau adat atau cara hidup yang merupakan kekhususan atau ciri-ciri orang non muslim.

Hukum Tasyabbuh adalah tindakan yang terlarang , Telah banyak teks dalil yang sangat jelas melarang tindakan itu . baik secara umum atau secara khusus , Contoh sederhana dalam masalah penampilan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak untuk tidak menyerupai non-muslim. Dalam hadits disebutkan,

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim, no. 260).

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari, no. 5892 dan Muslim, no. 259)

Lihat maksud hadits dan para ulama, kenapa sampai jenggot dilarang dicukur karena bertujuan untuk menyelisihi orang musyrik dan Majusi. Maksud penting dari larangan mencukur jenggot adalah agar tidak melakukan tasyabbuh dengan non-muslim. Hal ini akan semakin dipertegas dalam hadits-hadits larangan tasyabbuh berikut ini. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad, 2: 50; Abu Daud, no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘, 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid -antara hasan dan shahih-. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Contoh lain tasyabbuh yang ada di tengah-tengah atau sering dilakukan oleh kaum muslimin saat ini:

  • Merayakan ulang tahun.
  • Merayakan tahun baru masehi,
  • Memakai topi sinterklas ketika natal.
  • Membunyikan terompet saat tahun baru.

Contoh tentang menyembunyikan terompet ada larangan dalam hadits berikut ini. Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, lantas beliau bersabda,

هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُودِ

‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar,

هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى

‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud, no. 498. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari paparan diatas sudah jelas Umat islam dilarang merayakan tahun baru masehi. ada baiknya kita sebagai umat islam menyikapi tahun baru seperti biasa saja karena tahun baru kita sebagai umat muslim adalah tahun baru Hijriah 1 muharram.

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
bottom
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Tags: ,

Berita terkini

Temui Saya Disini
over 50 social icons module
Populer Artikel
Archive :
Powered by rega
Serikat Buruh
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
Visitor

Ikuti dan update artikel maupun berita terkini dari website https://www.a-rega.com langsung ke email anda dengan memasukkan email anda dan klik "Berlangganan"

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega