Atribut Turn Back Crime Boleh Digunakan Secara Bebas

Atribut Turn Back Crime Boleh Digunakan Secara BebasKadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar membantah adanya pelarangan penggunaan kaos dan atribut Turn Back Crime dan mengatakan bahwa atribut Turn Back Crime boleh digunakan secara bebas dengan kata lain atribut tersebut bebas digunakan oleh masyarakat. "Kami tegaskan itu bukan kaos seragam resmi polisi, dan dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat. Semakin banyak justru kami semakin senang karena maknanya mengajak semua masyarakat untuk sadar ancaman kriminal," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/5).

Sebelumnya, beredar kabar mengenai larangan dari kepolisian terkait penggunaan atribut Turn Back Crime. Kabar tidak benar itu menyebutkan masyarakat yang menggunakan atribut Turn Back Crime akan diproses secara hukum dan dapat dipenjara tiga bulan. "Bahwa berita di media sosial itu tidak benar sama sekali, dan bukan dirilis dari kepolisian melainkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Boy.

Sehari sebelum pernyataan dari Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membantah melarang penggunaan kaos dan atribut bertuliskan Turn Back Crime oleh warga sipil. Dia menegaskan logo Turn Back Crime bebas digunakan bagi masyarakat. "Saya tak pernah mengatakan begitu (melarang), itu hoax. Yang seperti itu (info larangan) dicek betul, tidak ada larangan," kata Badrodin ‎acara Senior Official Meeting on Transnational Crime (SOMTC) di Hotel Borodubur, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Turn Back Crime merupakan program kampanye pencegahan kejahatan oleh Interpol. Kampanye tersebut juga dirilis di Indonesia pada 2014 untuk mengingatkan masyarakat tentang kejahatan transnasional. "Artinya dengan semangat pencegahan bersama dimiliki oleh masyarakat, diharapkan pencegahan kejahatan melibatkan masyarakat luas menjadi lebih masif," ujarnya.

Dia tidak memungkiri bahwa atribut Turn Back Crime menjadi hal yang menarik bagi masyarakat setelah digunakan oleh satuan reserse kriminal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Boy sekaligus mengungkapkan penyesalannya terkait penyalahgunaan atribut Turn Back Crime untuk aktivitas pelanggaran hukum.

Kepolisian berharap atribut tersebut tidak disalahgunakan oleh masyarakat dengan seolah-olah seperti petugas reserse kriminal yang sedang bertugas.

Sumber : Antara

Tentang Pemilik
rega
Author: regaWebsite: https://www.a-rega.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
bottom
Sekilas Tentang Pemilik.
Melalui personal website ini, saya mempublikasikan semua postingan dengan penuh rasa tanggung jawab dan memegang teguh prinsip seorang publisher. https://www.a-rega.com merupakan personal website yang dikelola secara mandiri untuk semua kalangan.
Postingan Terbaru :

Berita terkini

Temui Saya Disini
over 50 social icons module
Populer Artikel
Archive :
Powered by rega
Serikat Buruh
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
Visitor

Ikuti dan update artikel maupun berita terkini dari website https://www.a-rega.com langsung ke email anda dengan memasukkan email anda dan klik "Berlangganan"

Copyright © 2012. Rega. All Right Reserved - Designed Modified By Rega