• asosiasi-megapro-indonesia.jpeg
  • federasi-perjuangan-buruh-indonesia.jpeg
  • kota-depok.jpeg
  • pt-kyowa-indonesia.jpeg
  • sholawat-wahidiyah.jpeg
Tags:

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA ‘ALAIKUNNA WAROHMATULLOHI WABAROKATUH

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM

Puji syukur kehadirot Alloh Swt. dengan ucapan “ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN”, atas limpahan taufiq dan hidayah-Nya acara mujahadah rubu’ussanah kota Depok berlangsung lancar dan sukses. Acara yang diadakan setiap 3 bulan sekali ini sekaligus dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Do’a bersama Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA. Yang berlangsung pada:

  • Tanggal : 09 Januari 2016 / 29 Rabi’ul Awal 1437 H.
  • Tempat : Terminal bayangan (Sawangan Permai) Jl. Raya Muchtar, Sawangan. Depok

Seperti biasa sebelum acara dimulai para pengamal melakukan pasowanan umum ke pangkuan kanjeng Romo Yai RA. Ba’da magrib diawali oleh ibu-ibu atau Kanak Kanak Wahidiyah terlebih terdahulu dalam mengikuti pisowanan umum ini lalu dilanjutkan bapak-bapaknya. Acara mujahadah triwulan kota depok dimulai kurang lebih pukul 20.00 WIB dengan pembawa acara saat itu Bpk Anton dari ratu jaya.

Acara pertama adalah membacakan kerangka acara yang akan dilangsungkan. dilanjutkan dengan acara ke dua pembacaan ayat suci Al Quran oleh ust. Yuntiono Dilanjutkan acara ketiga, muqodimah (pembacaan) sholawat Wahidiyah yang diimami oleh Bpk Mujiono Dilanjutkan acara ke empat, prakata panitia yang disampaikan oleh Bpk Dian Rachmawanto pada acara mujahadah Triwulan kota Depok.

Selanjutnya Sambutan dari ketua PW kota Depok yang disampaikan oleh Bpk Darmanto, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa perjuangan Wahidiyah bertujuan untuk mengajak umat dan masyarakat untuk sadar ma'rifat kepada Alloh SWT melalui amalan sholawat Wahidiyah. Dan keberadaan yayasan perjuangan Wahidiyah dikota Depok ini telah dibentuk kepengurusan perwakilan di kota Depok dan telah terdaftar di kemhumham (Kementrian Hukum dan HAM)

ketua PW kota Depok

Tidak ketinggalan sambutan dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) kota Depok yang diwakili oleh Bpk ust. Ahmad Nawawi

Acara selanjutnya adalah Kuliyah Wahidiyah yang disampaikan oleh Bpk Abdul Ghofur. Beliau menyampaikan bahwa sholawat Wahidiyah membimbing kepada pengamalnya untuk tidak hanya membaca sholawat secara lahir saja (lisan nya membaca sholawat), namun juga membimbing hati pengamal untuk bersholawat kepada baginda Rosululloh SAW sehingga hati mampu sadar ma'rifat sadar kepada Alloh. Para peserta tidak dapat menahan tetesan air mata saat mendengarkan Kuliyah Wahidiyah yang sisampaikan oleh Bpk Abdul Ghofur.

Tiba pada puncak acara yaitu Fatwa dan amanat Kanjeng Romo KH. Abdul Latief Madjid RA pada acara mujahadah wahidiyah Triwulan kota Depok sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau menyampaikan bahwa Alloh menciptakan kita tidak lain agar hidup kita ini seluruhnya untuk beribadah kepada Nya. Ibadah itu tidak hanya sholat, zakat, haji dan lain sebagainya, namun segala perbuatan apa saja, asal DINIATI ibadah maka akan menjadi ibadah kepada Alloh.

Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA

Demikianlah acara mujahadah rubu’ussanah kota Depok berlangsung sukses. Saya haturkan ribuan terima kasih Teriring do’a : Jazaakumullohu khoiroti wasa'adatid dunya wal akhiroh, Aamiin (Semoga Alloh melimpahkan balasan berupa berbagai kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirot, Amiin!) Mohon maaf atas segala kekhilafan.

WABILLAHIT TAUFIQ WAL HIDAYAH, WAMINAR ROSULI SAW ASY-SYAFA’AH WAT TARBIYAH WAMIN GHOUTSI HADZA ZAMAN RA AN-NADHROH WAL BAROKAH WAL KAROMAH WASSALAMU ‘ALAIKUM WA ‘ALAIKUNNA WAROHMATULLOHI WA BAROKATUH

Assalamualaikum Wr. Wb. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas tentang Ajaran Yang Terkandung Dalam Wahidiyah, . Berikut ini merupakan ajaran wahidiyah yang meliputi: ajaran yang terkandung dalam wahidiyah

  • Lillah.
  • Billah.
  • Lirrasul.
  • Birrasul.
  • Yukti Kulla Dzii Haqqin Haqqoh.
  • Taqdimul Aham Fal Aham Tsummal Anfa' Fal Anfa.

LILLAH

Segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Allah dan Rasulnya SAW, maupun yang hubungan denga masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang wenang, asal bukan perbuatan yang merugikan atau bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah, melaksanakannya supaya disertai dengan niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih!

  • LILLAHI TA'ALA!, LAA ILAAHA ILLALLOOH (tiada tempat mengabdi selain kepada Alloh).
  • WAMAA KHOLAQTUL JINNA WALINSA ILLAA LIYA'BUDUUN (dan tiadalah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU) Al Dzariyaat-56

BILLAH

Menyadari dan merasa senantiasa kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin , adalah ALLAH tuhan maha pencipta, yang menciptakan dan menitahkannya. Jangan sekali-kali merasa lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kekuatan atau kemampuan. LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH (tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Allah - BILLAH)

LIRROSUL

Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Alloh - LILLAH seperti diatas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW. “YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU ATHII ‘ULLOOHA WA ATHII ‘UR-ROSUULA WALAA TUBTHILUU A'MAALAKUM“ (Hai orang-orang yang beriman (BILLAH), taatlah kepada Alloh (LILLAH) dan taatlah kepada Rosul (LIRROSUL), dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu sekalian (Muhammad 33)

BIRROSUL

Disamping sadar BILLAH seperti yang dijelaskan diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin (yang diridhoi Alloh) adalah sebab jasa Rosululloh SAW. “WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAN LIL'AALAMIIN“ (Dan tiada Aku mengutus Engkau Muhammad melainkan rohmat bagi seluruh alam) Al Anbiya 107. Penerapan Lillah - Billah dan Lirrasul - Birrosul seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOH

YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH

Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh wa Rosuulihi SAW, maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.

TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA' FAL ANFA'

Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting (AHAMMU). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya (ANFA'U). Hal-hal yang berhubungan dengan ALLAH wa ROSUULIHI SAW. Terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “ AHAMMU “ (lebih penting) dan hal-hal manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau ummat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang “ ANFA'U “ (lebih bermanfaat).

Demikianlah ajaran wahidiyah yang telah saya paparkan diatas semoga bermanfaat dan tidak terjadi kesalahpahaman, koreksi, kritik maupun saran sangat saya harapkan dan bisa langsung disampaikan langsung melalui kotak komentar dibawah artikel ini.

WABILLAHIT TAUFIQ WAL HIDAYAH, WAMINAR ROSULI SAW ASY-SYAFA’AH WAT TARBIYAH WAMIN GHOUTSI HADZA ZAMAN RA AN-NADHROH WAL BAROKAH WAL KAROMAH WASSALAMU ‘ALAIKUM WA ‘ALAIKUNNA WAROHMATULLOHI WA BAROKATUH.

SHALAWAT WAHIDIYAH

Sholawat Wahidiyah Dan Terjemahannya

SHALAWAT WAHIDIYAH BERFAIDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH WA RASUULIHI SAW.

BOLEH DIAMALKAN SIAPA SAJA, BAIK LAKI-LAKI, PEREMPUAN, TUA, MUDA DARI ALIRAN ATAU GOLONGAN DAN BANGSA MANAPUN JUGA, TIDAK PANDANG BULU.

F A F I R R U U I L A L L A A H – LARILAH KEMBALI KEPADA ALLAH CARA PENGAMALAN

1. Harus niat semata-mata mengabdikan diri, beribadah kepada Allah dengan ikhlas tanpa pamrih, serta memulyakan dan mencintai Nabi Muhammad saw. maka dalam pengamalannya supaya benar-benar merasa dihadapan beliau Nabi saw (istihdlor) disertai adab (tata krama) sepenuh hati, ta’dzim (memulyakan), mahabbah (mencintai) semurni-murninya.

2. Untuk tahap awal, diamalkan selama 40 hari berturut-turut sesuai dengan bilangan/aurod mujahadah dibawah ini dalam sekali duduk. Boleh pagi, siang, sore atau malam hari. Boleh juga diamalkan selama 7 hari berturut-turut , akan tetapi bilangan/aurod mujahadah 40 hari dilipatgandakan sepuluh kali lipat.

3. Setelah mengamalkan 40 hari / 7 hari, bilangan/aurod mujahadah boleh dikurangi sebagian atau seluruhnya. Akan tetapi lebih utama jika diperbanyak. Boleh mengamalkan sendiri-sendiri, akan tetapi berjama’ah dengan keluarga atau masyarakat satu kampung lebih dianjurkan. Bagi kaum wanita yang sedang “berhalangan” cukup membaca shalawatnya saja, jadi tidak usah membaca surat Fatihah. Untuk bacaan “Fafirruu.....dst”. dan “Waquljaa .... dst”. Boleh dibaca sebab disini dimaksudkan sebagai do’a.

4. Bagi yang belum bisa mengamalkan seluruhnya (belum hafal) boleh membaca bagian-bagian mana yang sudah didapat terlebih dahulu, misalnya membaca Fatihahnya saja, atau kalimat nida’ “Yaa Sayyidii Yaa Rasuulallah” diulang berkali-kali selama kira-kira sama waktunya kalau mengamalkan seluruhnya (+ 30 menit) kalau itupun belum mungkin, boleh berdiam selama waktu itu, memusatkan hati dan segenap perhatian kehadirat Allah Tuhan yang maha Esa, memulyakan dan menyatakan rasa cinta semurni-murninya dengan istihdlor kepada junjungan kita nabi besar Muhammad saw.

AJARAN WAHIDIYAH

Disamping mengamalkan shalawat wahidiyah ini, supaya berusaha melatih hati dengan “LILLAH BILLAH dan LIRRASUL BIRRASUL serta berusaha melaksanakan YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQAH dengan prinsip TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ Pengertian :

LILLAH : Segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Allah dan Rasul-Nya, maupun yang hubungannya didalam masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang mubah, asal bukan perbuatan yang merugikan / bukan perbutan yang tidak diridhoi Allah (ma’siat), maka melaksanakannya supaya disertai niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Allah Tuhan yang maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih. LILLAHI TA’ALA. LAA ILLAAHA ILLALLAH (tiada tempat mengabdi selain kepada Allah). WAMAA KHALAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’ BUDUUNI (Tiada Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku) (QS. Adz Dzariyat-56).

BILLAH : Menyadari dan merasa senantiasa, kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin adalah diciptakan dan dititahkan Allah Tuhan yang maha mencipta, jangan sekali-kali merasa, lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kakuatan dan kemampuan. LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH (Tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Allah semata / Billah)

LIRRASUL : Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Allah (Lillah) seperti diatas, didalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah (ma’siat), bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rasulullah saw. YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU ATHI’ULLAAHA WA ATHI’URRASUULA WALAA TUBTILUU A’MAALAKUM (Wahai orang-orang yang beriman (Billah), taatlah kepada Allah (Lillah) dan taatlah kepada Rasul (Lirrasul), dan janganlah kamu merusakkan amal-amal kamu sekalian. QS. Muhammad-33)

BIRRASUL : Disamping sadar Billah seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik kita lahir dan batin (yang diridhoi Allah) adalah sebab jasa Rasululloh saw. WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL ‘AALAMIN (Dan tiada Aku (Allah) mengutus engkau yaa Muhammad melainkan rahmat bagi seluruh alam. Al Anbiya – 107). Penerapan Lillah-Billah dan Lirrasul-Birrasul seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAH.

YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQAH : Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Allah wa Rasulihi saw. maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat disegala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.

TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA : Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita supaya mendahulukan yang lebih penting (Ahammu). Jika sama-sama pentingnya supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya (Anfa’u). Hal-hal yang berhubungan kepada Allah wa Rasulihi saw, terutama yang wajib harus dipandang “Ahammu” (lebih penting). Dan hal-hal yang manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau umat masyarakat pada umumnya harus dipandang “Anfa’u” (lebih bermanfaat).

SHALAWAT WAHIDIYAH dan AJARAN WAHIDIYAH sudah diijazahkan secara mutlak oleh mu’alifnya. Siapa saja dan dari manapun memperolehnya telah diberi izin mengamalkan dan menerapkannya. Bahkan dianjurkan supaya disiarkan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dengan ikhlas dan bijaksana.

Disiarkan oleh :

YAYASAN PERJUANGAN WAHIDIYAH DAN PONDOK PESANTREN KEDUNGLO

Jl. KH. Wachid Hasyim Kediri Jawa Timur Kode Pos 64114

Telp. (0354) 771018 Fax. (0354) 774511

PENGAMALAN SHALAWAT WAHIDIYAH

1. Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap Allah swt. Tuhan yang maha Esa, dan merasa benar-benar dihadapan junjungan kita nabi besar Muhammad Rasululloh saw. dengan adab ta’dzim (memulyakan) dan mahabbah (mencintai) semurni-murninya.

2. Niat semata-mata mengabdikan diri “beribadah” kepada Allah dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga, Lillah. Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rasulullah saw, Lirrasul.

3. Marilah kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Allah, Billah, dan karena syafa’at atau jasa Rasulullah saw., Birrasul.

4. Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita penuh dosa dan banyak berbuat dzalim, baik kepada Allah wa Rasuulihi saw., kepada orang tua dan keluarga, kepada umat masyarakat serta kepada makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfirah (ampunan) dan taufiq hidayah Allah swt., syafa’at dan bimbingan Rasulullah saw., serta barakah, karamah, nadhrah dan do’a restu Ghautsu hadzaz Zaman wa a’waanihi wa saairi auliyaa ahbaabillahi ra.

5. Seluruh pengamalan kita haturkan sebagai hadiah penghormatan kepada junjungan kita kanjeng nabi besar Muhammad saw., kepada Ghautsu Hadzaz zaman dst., dan lain-lain jika dikehendaki, (cukup dalam batin).

( AUROD/BILANGAN MUJAHADAH 40 HARI )

( AUROD/BILANGAN MUJAHADAH 40 HARI )

الى حضرة سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم الفاتحة

ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)

Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Al-Fatihah!

ثم الى حضرة غوث هذا الزمان وأعوانه وسائر أوليآء الله رضىالله تعالى عنهم الفاتحة

WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA'AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA'AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)

Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLAH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah !

اللهم يا واحد يا احد, يا واجد يا جواد, صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد, فى كل لمحة ونفس بعدد معلومات الله وفيوضاته وامداده

ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. (100X)

Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.

اللهم كما انت اهله, صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا وشفيعنا وحبيبنا وقرة اعيننا محمد صلى الله عليه وسلم كما هو اهله, نسألك اللهم بحقه ان تغرقنا فى لجة بحر الوحدة, حتى لا نرى ولا نسمع ولا نجد ولا نحس ولا نتحرك ولا نسكن الا بها, وترزقنا تمام مغـفرتكياالله, وتمام نعمـتك ياالله, وتمام معـرفتك ياالله, وتمام محـبتك ياالله, وتمام رضوانك ياالله, وصل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه عدد ما احاط به علمك واحصاه كتابك, برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين

ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII'INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A'YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA'A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI'MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA'RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA'ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN.(7X)

Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam.

يا شافع الخلق الصلاة والسلام : عليك نور الخلق هادى الأنام واصـله وروحه ادركــنى : فـقد ظلـمت ابدا وربـنى وليس لى ياسـيدى سـواكا : فان ترد كنت شخصا هـالكا

YAA SYAFI'AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM " ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII " FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA " FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA .......(3x)

Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan ¨ Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia Duhai unsur dan jiwa makhluq, bimbing dan didiklah diriku ¨ Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu ¨ tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii ¨ jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku kan hancur binasa.

يا سـيدى يا رسـول الل

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !. (7x)

Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh

ا ايها الغـوث ســلام الله : عـليك ربـــنى بإذن الله وانـظر الي سـيدى بنـظرة : موصـلة للحضـرة العلـية

YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH " ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH " MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL'ALIYYAH.. (3x)

Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, kepangkuan-MU salam Alloh kuhaturkan ¨ Bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh ¨ dan arahkan pancaran sinar Nadroh-MU kepadaku Duhai Yaa Sayyidii ¨ radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat Maha Luhur Tuhanku

ياشافع الخلـق حــبيب الله : صـلاته عليك مع ســلامه ضلت وضلت حيلتى فى بلدتى : خذ بيدى ياســيدى والأمة

YAA SYAAFI'AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI " SHOLAATUHUU'ALAIKA MA'SALAAMIHII, DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII " KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII ....... (3x)

Duhai Kanjeng Nabi penberi Syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi Kekasih Alloh ¨ Kepangkuan-MU sholawat dan salam Alloh aku sanjungkan ¨ jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negriku ¨ cepat, cepat, cepat raihlah tanganku Yaa Sayyidii tolonglah diriku dan seluruh ummat ini.

يا سـيدى يا رسـول الله

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !.(7x)

Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh

يا ربنا اللهم صل سلم علىمحمد شفيع الأمم والآل واجعل الأنام مسرعين بالواحدية لرب العالمين يا ربنا اغفر يسر افتح واهدنا قرب وألف بيننا يا ربنا

YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI " ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII'IL UMAMI, WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI'IIN " BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA " QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA. (3x)

Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat ¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari, ¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam, ¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami ¨ , pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.

اللهم بارك فيما خلقت وهذه البلدة ياالله وفى المجاهدة ياالل

ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)

Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan, dan didalam negri ini Yaa Alloh, dan didalam mujahadah ini Yaa Alloh

I S T I G H R O O Q !

(Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH)

ALFAATIHAH ! (1X)

Kemudian berdo'a seperti di bawah ini ;

ثم الإستغراق ساعة بقدر الطاقة وقراءة الفاتحة مرة ثم الدعاء : بسم الله الرحمن الرحيم اللهم بحق اسمك الأعظم وبجاه سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وببركة غوث هذا الزمان واعوانه وسائر أوليآئك ياالله, ياالله, ياالله رضى الله تعالى عنهم

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM, ( ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A'DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A'WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA'AALA'ANHUM 3X )

Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ( Yaa Alloh, dengan hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta keagungan Kanjeng Nabi Mahammad Sollallohu ‘Alaihi WaSallam, dan dengan Barokahnya Ghoutsu Hadhaz Zaman wa A’wanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-MU Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodiyallohu Ta’ala Anhum

بلغ جميع العالمين ندآءنا هذا واجعل فيه تأثيرا بليغا

BALLIGH JAMII'AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ'AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO. 3X

Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al Alamin dan letakkanlah kesan yang sangat mendalam

فانك على كل شئ قدير وبالإجابة جدير

FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR. 3X

Maka sesungguhnya engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah

ففروا الى الل

FAFIRRUU ILALLOOH !(7X)

Larilah kembali kepada Alloh

 وقل جاء الحق وزهق الباطل ان الباطل كان زهوقا

WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO (3X)

Dan katakanlah (wahai Muhammad) perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.

Al-Fatihah

( membaca surat Al-Fatihah satu kali )

Keterangan tambahan ; FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU… dibaca bersama-sama imam dan ma'mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri!

A L F A A T I H A H (1X)

S e l e s a i

Catatan :

1. Penulisan kalimat Arab dalam naskah ini dan rubrik-rubrik Wahidiyah di Harian ini menggunakan / mengikuti sistem bacaan. Bukan sistem tulisan. Misalnya sistem bacaan : "SHOLLALLOOHU" sedangkan sistem tulisannya "SHOLLA ALLOOHU"

2. Penulisan bacaan "O" yang berbunyi seperti kata "kotor" ditulis dengan huruf "O". Seperti "SHOLAWAT" , ALLOH" "ROBBI" tidak ditulis "SHALAWAT" , "ALLAH" atau "RABBI". Dua hal tersebut hanya untuk mempermudah bacaan terutama bagi yang kurang mengenal tulisan Arab. Misalnya bagi yang sama sekali tidak mengenal tulisan Arab ketika membaca tulisan "RABBI AL'ALAMIIN" atau RASULU ALLAH": tidak mungkin dia akan membaca "ROBBIL'ALAMIIN" atau "ROSULULLOH". Pasti dia akan membaca apa adanya tulisan yang berakibat salah bacaan.

3. Tanda baca dalam penulisan Sholawat Wahidiyah dengan huruf latin ada yang perlu diperhatikan. Antara lain : AA, II, UU, OO : menunjukkan bacaan panjang.

Itulah terjemahan shalawat wahidiyah jika ada yang salah dalam penulisan saya mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon koreksinya. segala kesalahan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

WABILLAHIT TAUFIQ WAL HIDAYAH, WAMINAR ROSULI SAW ASY-SYAFA’AH WAT TARBIYAH WAMIN GHOUTSI HADZA ZAMAN RA AN-NADHROH WAL BAROKAH WAL KAROMAH WASSALAMU ‘ALAIKUM WA ‘ALAIKUNNA WAROHMATULLOHI WA BAROKATUH

adab dan tata cara bermujahadahDalam kesempatan sebelumnya kita telah mengenal Mujahadah yang terdapat dalam Wahidiyah kali ini saya akan coba publish bagaimana adab kita dalam bermujahadah. Mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal baik pemula atau baru ingin mengamalkan shalawat wahidiyah, Boleh dilaksanakan sendiri-sendiri (munfaridan) tetapi lebih dianjurkan berjamaah se keluarga, se kampung / se lingkungan. Dilaksanakan selama 40 hari berturut-turut (untuk pengamal baru) dan dalam bermujahadah dianjurkan dengan adab dan tata cara pengamalan seperti yang akan diuraikan.

Waktu pelaksanaannya boleh siang, malam, pagi atau sore hari. Lebih utama jika waktunya dirutinkan / ditetapkan. Misalnya setiap ba’da sholat Maghrib, kecuali ba’da udzur. Usahakan dalam waktu sehari semalam (24 jam) melaksanakan satu kali khatam sesuai dengan bilangan yang tertulis dalam lembaran Sholawat Wahidiyah.

Yang belum bisa membaca Sholawat Wahidiyah seluruh-nya, boleh membaca bagian-bagian mana yang sudah bisa dibaca lebih dahulu. Misalnya ; membaca Fatihah saja, atau membaca “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH” diulang berkali-kali selama kira-kira sama waktunya jika mengamalkan sholawat Wahidiyah secara lengkap, yaitu lebih kurang 30 menit. Kalau itupun belum mungkin, boleh berdiam saja selama waktu yang sama, dengan memusatkan hati dan perhatian (berkonsentrasi) kepada Alloh SWT, dan memuliakan serta menyatakan rasa cinta semurni-murninya dengan rasa istihdlor di hadapan Junjungan kita Rosululloh SAW.

Wanita yang sedang udzur cukup membaca sholawatnya saja tanpa membaca Fatihah. Adapun Fafirruu ….. dan Waqul Jaa … “ boleh dibaca, sebab di sini dimaksudkan sebagai do’a. Jika pengamalan 40 hari dirasa berat karna kesibukan atau alasan lainnya bisa diringkas menjadi 7 hari bilangannya hanya dikalikan 10 kali lipat (yang 7 menjadi 70 kali, 100 menjadi 1000 kali dan seterusnya) kecuali bacaan do’a akhir (“ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM…..” dst), bilangannya tetap seperti dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah.

Mengamalkannya harus dengan niat semata-mata beribadah kepada Alloh dengan ikhlas tanpa pamrih suatu apapun. Baik pamrih duniawi maupun pamrih ukhrowi misalnya supaya begini supaya begitu, ingin pahala, ingin surga dan sebagainya!. Harus sungguh-sungguh mulus, IKHLAS KARENA DAN UNTUK ALLOH (LILLAH!). Di samping niat beribadah LILLAH, supaya niat mengikuti tuntunan Rosululloh SAW = LIRROSUL, dan niat mengikuti bimbingan Ghoutsu Hadzaz-Zaman RA. = LILGHOUTS!. Jadi ketiga niat dilaksanakan bersama yaitu LILLAH, LIRROSUL, LILGHOUTS!.

Di samping niat LILLAH, LIRROSUL, LILGHOUTS seperti di atas, supaya merasa bahwa kita dapat melakukan ini semua karena pertolongan Alloh, karena digerakkan oleh Alloh. Jadi menerapkan:

لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

"Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan titah Alloh".

BILLAH!. Jangan sekali-kali merasa diri kita mempunyai kemampuan tanpa dititahkan oleh Alloh!. Di samping merasa BILLAH, juga supaya merasa BIIROSUL. Artinya merasa bahwa diri kita ini menerima jasa dari Rosul Alloh SAW. Jadi menerapkan firman Alloh :

وَمَا اَرْسَلْنَكَ اِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَلَمِيْنَ. (٢١- الانبياء: ١٠۷)

"Dan tiada AKU mengutus Engkau Muhammad, melainkan rahmat bagi seluruh alamin". (21 - Al Anbiya : 107).

Selanjutnya di samping merasa BILLAH dan BIRROSUL supaya merasa BILGHOUTS!. Artinya merasa bahwa kita memperoleh jasa-jasa baik dari Ghouts Hadzaz-Zaman RA, jasa moril antara lain berupa dukungan moril dan doa restu dari pada Beliau. khususnya di dalam kita berdoa memobon kepada Alloh SWT ini.

Ketika mengamalkan Mujahadah 40 harian supaya sungguh-sungguh hadlur hati kita dihadapan Alloh SWT dan "ISTIHDLOR" merasa seolah-olah seperti benar-benar berada di hadapan Rosul Allah SAW dengan adab lahir batin sebaik-baiknya, ta'dhim (memulyakan) dan mahabbah (mencinta) setulus hati.

Dalam pada itu supaya merasa dan mengakui dengan jujur bahwa diri kita ini penuh berlumuran dosa dan senantiasa berlarut-larut dosa kepada Alloh SWT, dosa kepada Rasululloh SAW, dosa kepada Ghouts Hadzaz-Zaman dan kepada para Auliya Kekasih Alloh, dosa kepada orang tua, kepada ibu bapak, kepada kelurga, kepada guru, kepada murid, kepada pemimpin dan kepada yang dipimpin, dosa terhadap bangsa dan negara, dosa kepada ummat dan masyarakat, bahkan dosa terhadap sesama makhluk pada umumnya.

Dan merasa diri kita ini sangat dlo'if sangat lemah, butuh sekali maghfiroh ampunan, taufiq dan hidayah Alloh, butuh sekali syafa'at pertolongan dan tarbiyah Rosul Alloh SAW!. Butuh sekali akan bantuan dan dukungan dari Ghoutsu Hadzaz-Zaman RA berupa barokah, nadhroh dan doa restunya !.

Demikian segala kesalahan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

WABILLAHIT TAUFIQ WAL HIDAYAH, WAMINAR ROSULI SAW ASY-SYAFA’AH WAT TARBIYAH WAMIN GHOUTSI HADZA ZAMAN RA AN-NADHROH WAL BAROKAH WAL KAROMAH WASSALAMU ‘ALAIKUM WA ‘ALAIKUNNA WAROHMATULLOHI WA BAROKATUH

Halaman 1 dari 2

  1. Statistik
  2. Rank

PRchecker.info
Web Analytics

Archive

Powered by REGA

Artikel Terbaru

Thumbnail Cikarang tepatnya dijalan Serang-Cibarusah merupakan salah satu titik rawan kecelakaan selain juga salah satu titik rawan kemacetan, pasalnya dalam satu bulan ini saja (Juli, 2017) sudah terjadi 3...

Demo Buruh

Copyright © 2017 I Personal Website I Designed Modified By Rega. All Right Reserved

Please publish modules in offcanvas position.